Follow by Email

Sabtu, 19 Januari 2013

Tarikh dan Kebudayaan Islam


Agama Islam turun kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau berada di Gua Hira’. Setelah mendapat perintah dari Allah SWT, kemudian Nabi Muhammad SAW menghentikan dakwahnya untuk menyelamatkan bangsanya dan seluruh umat manusia dari kelaliman, kebodohan, ketertindasan atau kesewenang-wenangan. Amanat itu dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau menyampaikan ajaran Islam kepada sanak keluarga terdekat, baru kemudian masyarakat umum. Dalam melaksanakan misi dakwahnya, banyak tantangan yang harus dihadapinya. Karena begitu kuatnya perlawanan masyarakat kafir Quraisy, Nabi Muhammad SAW menyusun strategi untuk melaksanakan hijrah baik ke Habasyah, Thaif, dan ke Madinah. Semua itu dilakukannya untuk memberikan perlindungan dan keselamatan kepada para pengikut Nabi Muhammad SAW. Akhirnya usahanya berhasil dengan mengirim para sahabatnya hijrah ke Madinah untuk mengembangkan ajaran Islam. Di kota inilah kemudian Islam menjadi berkembang sangat pesat dan maju, baik di bidang agama, sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
A.      Sejarah Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Masyarakat Melalui Kegiatan         Ekonomi dan Perdaganga
Rasulullah SAW berjuang menyebarkan agama Islam di kota Mekah selama 13 tahun, banyak kemajuan yang diperoleh, begitu juga hambatan dan perlawanan dari kaum kafir Quraisy. Setelah itu Allah memerintahkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya untuk hijrah ke Yastrib, yang kemudian hari bernama kota Madinah Al Munawwarah.
Rasulullah SAW membangun masyarakat Islam di Madinah melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan, sebab setelah meningalkan kota Mekah, kaum Muhajirin sama sekali tidak memiliki harta kekayaan. Rasulullah SAW bertekad memajukan sektor ekonomi dan perdagangan. Hal ini didukung oleh semua masyarakat Islam. Mereka memulainya dengan berdagang.
Selain berdagang, kegiatan ekonomi lainnya adalah bertani. Hal ini didukung oleh tanah Madinah yang subur dengan kebun-kebun anggur dan kurmanya yang terkenal. Di antara sahabat yang tidak melakukan pekerjaan berdagang dan menekuni sektor pertanian adalah Abu Bakar, Umar dan Ali bin Abi Thalib. Mereka menggarap tanah milik kaum Ashar bersama pemiliknya.
           Dengan adanya persatuan kaum muslimin melalui hubungan persaudaraan itu, Nabi Muhammad merasa lebih tentram. Nabi Muhammad berhasil menyatukan penduduk Madinah dan membangun masyarakatnya melalui sektor ekonomi dan perdagangan, untuk menuju masyarakat yang sejahtera.
B.       Meneladani Perjuangan Nabi dan Para Sahabat di Madinah
Kedatangan Nabi Muhammad SAW sangat dinantikan oleh masyarakat Madinah. Masyarakat Madinah berbodong-bondong menyambut kedatangan Nabi.Penduduk madinah menyaksikan hadirnya pendatang baru yang telah  mempersatukan suku Aus dan suku Khazraj yang selama ini saling bermusuhan.
Dari beberapa sejarah singkat Nabi Muhammad dan para sahabatnya ketika di Madinah, perlu diteladani sikap dan prilaku beliau dalam menyebarkan Islam, antara lain sebagai berikut.
           1.   Bersikap Baik Kepada Semua Masyarakat Madinah
Dalam perjalanannya ke kota Madinah Nabi selalu diminta  masyarakat untuk singgah di rumah mereka. Tapi Nabi selalu menolak dengan halus. Namun demikian sikap Nabi tetap ramah dan baik kepada setiap masyarakat di kota Madinah.
            2.   Mendirikan Masjid di Madinah
Ketika sampai di Madinah, langkah yang diambil Nabi Muhammad adalah mendirikan masjid. Masjid tersebut dikenal dengan sebutan masjid Nabawi, yaitu masjid nabi. Tanah pembangunan masjid ini berasal dari dua anak yatim bernama Sahal dan Suhail.
            3.   Mempersaudarakan Kaum Muhajirin Dengan Anshar
Kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang memiliki tempat tinggal dan harta benda. Sedangkan kaum Muhajirin adalah kaum pendatang yang mencari selamat tanpa ada tempat untuk berteduh, tiada pekerjaan ataupun harta untuk mempertahankan hidup. Tujuan mereka sama yaitu mencari ketenangan hidup dan berjuang menyiarkan agama. Kaum Muhajirin dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan kaum Anshar.
4.   Memberikan Kebebasan Beragama bagi Seluruh Penduduk Madinah
     Nabi Muhammad SAW selalu memberikan ketenangan jiwa bagi mereka yang  menganut ajaran Islam. Bagi seorang Muslim, seorang Yahudi, atau seorang Kristen, masing-masing mempunyai kebebasan yang sama dalam menganut kepercayaan, menyatakan pendapat, dan mendakwahkan agaman. Nabi tidak akan memilih jalan perang kalau tidak terpaksa karena membela kebebasan agama dan kepercayaannya.
            Nabi Muhammad membuat suatu perjanjian tertulis antara kaum Muhajirin dan  Anshar dengan orang-orang Yahudi yang terkanal dengan nama Piagam Madinah. Di antara isi  dari perjanjian itu adalah sama-sama mengakui agama, menjaga harta benda, dan menjaga Madinah dari serangan musuh.
C.                  C.   Meneladani Perjuangan Nabi Muhammad SAW Dan Para sahabat di Madinah
Nabi Muhammad SAW adalah seorang rasul utusan Allah yang bertugas meyampaikan risalah Allah kepada umat manusia tapi beliau juga seorang pejuang, panglima perang, dan diplomat sejati. Beliau tidak pernah menyerang orang kafir Quraisy yang selalu ingin mencelakai dirinya dalam berdakwah karena dia memiliki sifat sidik, amanah, fatonah, dan tabligh di samping sifat terpuji yang lainnya. Karena sifat-sifat tersebut beliau berhasil menaklukan kota Mekah dan Madinah dan menjadi kota kaum muslim yang disegani oleh kota yang ada di sekitarnya.
  Dalam berdakwah, Rasulullah menekankan pada persatuan dan persaudaraan (untuk  memperkuat kaum muslimin dalam menghadapi musuh). Rasulullah sangat menekankan pada sikap toleransi, pemberi kasih sayang yang bersumber dari hatinya.
  Rasulullah SAW adalah contoh seorang pemimpin, panglima, pejuang, dan pahlawan Islam yang paling sempurna dalam sejarah peradaban manusia. Hanya beliaulah yang pantas kita contoh dalam segala hal, beliaulah contoh yang sempurna. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar